Cari Domino

Kumpulan Situs Judi Domino Poker Bandar Online

LINK Agen Poker rajaidr' Agen

AHOK Akan Menang Mudah di Pilgub Karena Didukung Jokowi Megawati

AHOK Akan Menang Mudah di Pilgub Karena Didukung Jokowi Megawati

AHOK Akan Menang Mudah di Pilgub Karena Didukung Jokowi Megawati

AHOK Akan Menang Mudah di Pilgub Karena Didukung Jokowi Megawati

Berita 20 Agustus 2016 – AHOK SESUMBAR Akan Menang Mudah di Pilgub Karena Didukung Jokowi & Megawati

Agen DominoAgen QQ

Jakarta – Pernyataan petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, soal kedatangannya ke kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro bukan untuk mendaftarkan sebagai calon gubernur (Cagub) DKI dari PDI Perjuangan (PDIP), melainkan hanya meminta Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Djarot Saiful Hidayat, sebagai calon wakil gubernurnya, membuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristyanto, merasa geram.

“Kami berharap, Pak Ahok dapat disiplin berbicara,” kata Hasto, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

Ditegaskannya, tidak mungkin Ahok hanya meminta Djarot sebagai pasangannya untuk menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 tanpa mengharapkan PDIP turut didalamnya. Karena, kata Hasto, Djarot adalah kader internal PDIP, sehingga tidak dapat dipisahkan begitu saja.

“Sebaiknya berpolitik itu kita melihat substansinya. Berpolitik itu menyatukan. Beliau (Ahok) itu pemimpin. Jangan bicara aku, tapi Indonesia kita. Jangan jadi pemimpin yang memecah belah,” tegasnya.

Hasto membantah dengan diterimanya Ahok mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dari PDIP menandakan partainya menyiapkan jalur khusus. Menurutnya, PDIP selalu melihat kepala daerah petahana dapat dicalonkan kembali jika kinerja pemerintahannya baik.

“PDIP tidak menyiapkan jalur khusus. Siapa pun itu kepala daerah yang sedang menjabat, dapat dicalonkan kembali terhadap kinerja pemerintahan. Agenda politik bisa dijalankan oleh bukan kader. Gagasan Bung Karno itu milik semua, bukan eksklusif untuk PDIP,” ujarnya.

Diketahui, Ahok hari ini mengeluarkan pernyataan bahwa kedatangannya bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tidak untuk meminta dukungan atau mendaftarkan diri sebagai cagub dari PDIP, melainkan hanya meminta Djarot menjadi pasangannya dalam Pilgub DKI 2017.

“Bukan minta dukungan, saya cuma minta Djarot. Saya nggak minta PDIP lho, saya minta Djarot mau nggak ikut saya jadi wakil. Ibu Mega selalu katakan bahwa kamu ini ada masalah apa sih sama Djarot atau kok tiba-tiba mau sama Heru, setiap kali ketemu. Kan saya mau minta Djarot, tapi Ibu nggak kasih,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (19/8).

Saat bertemu dengan Megawati, Ahok mengaku menyampaikan tawaran kepada PDIP. Bahwa ia telah didukung oleh tiga partai, boleh tidak Djarot menjadi pasangannya. Karena ia sudah merasa cocok dengan Djarot dalam menjalankan kepemimpinan di DKI Jakarta.

“Kita nggak pakai daftar. Jadi saya yang datang itu ke DPP, menghadap Ibu sebagai Ketum. Saya nanyain, eh saya sudah mau maju nih, sudah ada tiket tiga nih, aku minta Djarot boleh nggak?. Ibu bilang, saya sih oke tapi parpol kan mesti dirapatkan, ada prosedur. Ya sudah silakan dirapatkan,” ungkapnya.

Dibaca JugaIni Sosok Pria yang Duduk Dekat Jessica Sebelum Mirna Keracunan

AHOK Akan Menang Mudah di Pilgub Karena Didukung Jokowi Megawati

Facebook Comments
Share
Content Protection by DMCA.com SEO Reports for caridomino.com